Halima Ungkap Sisi Gelap Industri Fashon untuk Wanita Muslim

  • Share
Halima
Halima, (Foto: Instagram @halima).

DIVASPA.ID – Halima Aden memutuskan pensiun jadi model pada November 2020 lalu. Halima menceritakan kelamnya industri mode hingga memutuskan untuk pensiun.

Wanita berusia 23 tahun ini memilih meninggalkan dunia model karena merasakan sesuatu yang janggal.

“Dua tahun terakhir, saya memercayai tim di lokasi syuting untuk menata jilbab saya dan saat itulah saya mengalami masalah,” katanya saat wawancara dengan Tommy Hilfiger yang dirilis BBC.

Wanita berhijab ini menyebut kerap merasakan kehilangan jati dirinya sebagai model yang menggunakan hijab.

“Seperti jeans yang dikenakan di kepalaku menggantikan syal biasa. Cara mereka menatanya sangat jauh dari citra saya sendiri. Jilbab saya terus menyusut dan semakin kecil di setiap pemotretan,” sambungnya.

READ:  Pandemi Covid-19 Buat Denny Cagur Kesulitan ke Lokasi Syuting

Halima melanjutkan ceritanya saat menjadi model iklan merek denim American Eagle.

Kala itu, Halima merasa heran lantaran hijabnya digantikan oleh celana jeans.

Tommy pun setuju dengan Halima dan menyebut bahwa hal itu bukti adanya kecacatan dalam industri mode.

“Memalukan menjadi bagian dari bisnis yang memiliki ide-ide kuno yang keterlaluan,” kata Hilfiger.

Model pertama yang tampil dengan hijab di majalah Vogue ini pun mengungkapkan bahwa perlu adanya keberagaman bukan di sisi mode saja.

READ:  Prilly Singgung Laki-laki Mesum, Benci Laki-laki yang Rendahkan Perempuan

“Perlu ada keragaman dalam kru rias, penata rambut, stylist. Ini bukan hanya tentang memiliki catwalk yang beragam. Ini juga tentang orang-orang di balik layar,” tambahnya.

Halima pun sempat mengungkapkan kehilangan jati diri karena gaya hijabnya yang terus diatur jauh dari gaya personalnya dan aturan muslim.

“Saya akhirnya hanyut dan masuk ke area abu-abu yang membingungkan karena membiarkan tim mengatur gaya hijab saya,” kata Halima saat memutuskan pensiun jadi model.

  • Share